Gagahnya Nabi Daud hingga tumbangkan Jalut

Gagahnya Nabi Daud hingga tumbangkan Jalut

Gagahnya Nabi Daud hingga tumbangkan Jalut
Al quran. shutterstock
Bani Israil terpecah belah setelah wafatnya Yusya bin Nun Wafat. Alhasil mereka pun menjadi bangsa yang terjajah dan tertindas. Akhirnya, diangkatlah Thalut menjadi raja ketika itu.

Akan tetapi, pengangkatan itu tak lepas dari pro dan kontra mengingat dirinya bukanlah orang terkenal, lantaran hanya berlatar belakang sebagai petani. Namun begitu, Thalut diketahui memiliki strategi perang yang jitu dengan dukungan tubuh yang kekar dan pandai ilmu tata negara.

Thalut pun akhirnya diterima oleh Bani Ismail. Ia pun langsung mengajak dan memilih orang-orang terbaik yang tak memiliki ikatan keluarga untuk mau maju ke medan perang.

Daud menjadi salah satu anak muda yang ikut ke dalam barisan Thalut. Sang Ayah memintanya untuk mengikuti jejak kedua kakaknya yang juga maju di medan perang.

Namun, Daud ketika itu tidak diperkenankan berada di barisan depan dan harus menempati posisi belakang. Ia hanya melayani kedua kakaknya, khususnya ketika mereka haus dan lapas.

Barisan Thalut yang ketika itu akan menghadapi Jalut tak memiliki tentara yang banyak. Jumlah mereka kalah apabila dibandingkan dengan pasukan yang dimiliki Jalut sang penindas.

Dalam QS Al Baqarah ayat 250 disebutkan bahwa Allah berfirman tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."

Atas kekuatan doa itu, mereka menyerang Jalut dan pasukannya. Pasukan Jalut tak menduga bila akhirnya mereka kesulitan menghadapi Thalut. Akhirnya, mereka berhasil dihancurkan dan menyisakan Jalut bersama orang terdekatnya.

Daud, pemuda yang sediakala hanya ada di belakang mendadak meminta izin kepada Thalut untuk menghadapi Jalut. Keinginan itu pun sempat diragukan, mengingat usianya yang masih muda.

Daud pun dipandang sebelah mata oleh Jalut. Dengan sombongnya, Jalut menertawakan dan meremehkan kemampuan Daud yang ketika itu juga tidak membekali dirinya dengan senjata tajam dan hanya membawa sebuah ketapel.

Namun, siapa sangka Daud berhasil menghindari hujaman pedang yang terus coba ditebaskan Jalut. Di suatu kesempatan, Daud memiliki celah untuk melepaskan peluru ketapelnya ke kedua mata Jalut. Gagal menghindar, Ia pun berteriak kesakitan sebelum akhirnya roboh dengan dahi yang pecah dan mati.

Pasukan Thalut pun menang sebagaimana difirmankan dalam QS Al Baqarah ayat 251:

"Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam."
KOMENTAR. APA KOMENTAR ANDA?