
Ilustrasi puasa. ©shutterstock
Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Sebab, bulan puasa juga dapat dijadikan ajang seringnya makan bareng keluarga.Akan tetapi, berbeda dengan orang perantau atau anak kosan. Ini menjadi kesedihan sendiri bagi mereka karena tidak bisa buka dan sahur bareng keluarga.
Ketika berbuka puasa mungkin lebih tak terasa sedih, lantaran umumnya bareng dengan teman kerja atau sahabat kuliah. Akan tetapi, jika sahur tiba kesedihan datang.
"Iya kalau sahur di kosan sedih soalnya jauh dari keluarga. Nggak ada yang masakin kalau di kosan jadi suka kangen masakan ibu. Setiap mau sahur beli dulu ke luar atau stok makanan yang praktis," ungkap Fitri (25), anak kosan di Tebet, berbincang dengan merdeka.com.
Dia mengatakan, ada kalanya memilih tidak bangun sahur karena rasa kantuk. Menurutnya, meski tak sahur namun puasa tetap lancar hingga buka puasa tiba.
"Kadang emang nggak sahur karena ngantuk besoknya kan harus bangun pagi berangkat kerja. Kuat aja si puasanya meski nggak sahur kan malemnya makan banyak," katanya.
Kata dia, sudah menjadi risiko sebagai anak kosan jauh dari keluarga di tengah bulan Ramadan. Hal ini menjadikan diri lebih mandiri pada saat momen penting tanpa keluarga.
