Kiswah pertama penutup Kakbah

Kiswah pertama penutup Kakbah

Kiswah pertama penutup Kakbah
Kabah. onislam.net
Kakbah sebagai kiblat umat Islam ditutupi dengan kain hitam dengan kaligrafi indah yang disebut dengan kiswah. Lalu, bagaimana awal mula kiswa dijadikan sebagai penutup Kakbah?

Dalam buku Sejarah Kakbah yang ditulis Ali Husni Al Kharbuthli dijelaskan, kiswah Kakbah berbentuk segi empat yang terbuat dari sutra merah. Di setiap sisinya terdapat 12 pita emas. Terdapat juga pita yang dihiasi berbentuk utrujah dari emas dan 50 oermata seukuran telur burung dara.

Abu Karb As'ad seorang raja dari dinasti Himyariah menjadi orang pertama yang menutup Kakbah dengan kiswah. Ia bermimpi menutup Kakbah dengan kain, setelah kembali dari sebuah peperangan di Yatsrib pada tahun 220 sebelum hijriah, dirinya pun melaksanakan mimpinya itu ketika tengah melewati Kakbah, sebagaimana diriwayatkan Al Umari.

"Ia memasang kain penutup Kakbah dan membuat kunci untuk pintunya. (Diriwayatkan) Al Umari juga menyebutkan bahwa pertama kali Ia menutup Kakbah adalah dengan bahan kulit dan kain kasar," tulis dalam buku itu.

Di lain waktu, dirinya mengganti penutup Kakbah dengan sejenis kain yang dijahit dari Yaman. Hal ini dilakukan karena bahan sebelumnya dikhawatirkan membebani fisik Kakbah.

"Para penerusnya pun mengikuti dan melakukan hal yang sama serupa. Mereka menutup Kakbah dengan kulit dan qathabi (sejenis kain dari Mesir) yang kuat dan tahan lama. Setelah itu orang-orang mulai memberi hadiah ke Kakbah berupa berbagai jenis kain," tulis Ali Husni.

Masih diriwayatkan Al Umari, Khalid bin Jafar bin Kilab menjadi orang pertama yang menutup Kakbah dengan kain sutera. "Selain dia ada Natilah binti Janab, ibunda Abbas bin Abdul Muthalib. Saat itu Abbas tersesat dan ibunya bernazar jika Ia menemukan anaknya Ia akan menyelimuti Kakbah dengan sutra," tutupnya.
KOMENTAR. APA KOMENTAR ANDA?