
Alquran. shutterstock
Nabi Harun merupakan kakak kandung dari Nabi Musa, Ia dipercaya oleh Nabi Musa untuk ikut serta dalam menyebarkan agama Allah dengan berdakwah kepada para Firaun Mesir dan Bani Israil.Kepercayaan diberikan untuk Harun setelah dirinya fasih berbicara dan berdebat. Bahkan, Nabi Musa sendiri mengaku kemampuan yang dimiliki saudara kandungnya itu.
"Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku, sesungguhnya aku khawatir mereka akan berdusta," demikian diceritakan dalam Al Quran.
Percaya dengan kemampuan Harun ketika itu, Nabi Musa pun pergi ke Thur Sina. Ia pun meminta Harun untuk mengawasi dan memimpin kaum Bani Israil dari perbuatan munkar dan menyekutukan Allah.
"Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku dan perbaikilah, jangan kamu mengikuti jalan orang yang melakukan kerusakan," kata Nabi Musa.
Akan tetapi, cobaan menghampiri Harun, penduduk Bani Israil yang menyekutukan Allah melalui sebuah patung lembu. Harun sendiri sudah berupaya mengingatkan mereka akan larangan tersebut.
Perilaku penduduk Bani Israil yang demikian tak lepas dari tipu muslihat yang disampaikan Samiri bahwa berhala itu dapat berbicara.
Sepulang dari Thur Sina, Nabi Musa marah melihat sikap itu. Harun pun terkena imbasnya. Penduduk Bani Israil sendiri terkenal keras kepala, akan tetapi berkat kesabaran Nabi Musa dan Harun mereka pun mengikuti syariat Allah.
Mengenai pengangkatan Harun sebagai nabi seperti Firman Allah: "...dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi."
