
Samuel Howat. ©instagram.com/thegirlbeneatheadscarf
Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari raya yang paling ditunggu oleh seluruh umat Islam. Mereka pun bergembira dengan datangnya hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa.Banyak hal yang dilakukan oleh kaum muslimin di hari raya. Seperti melaksanakan salat Ied, makan bersama dan kumpul dengan sanak saudara. Namun, hal ini berbeda dengan para mualaf. Meski mereka gembira, tapi tidak dapat merasakan kegembiraan itu bareng keluarga karena berbeda keyakinan.
Seperti yang diungkapkan oleh mualaf Samuel Howat, warga negara Inggris yang pertama kali berlebaran tahun 2010. Dia mengatakan, tidak ada sesuatu yang berbeda saat pertama kali merayakan Idul Fitri. Dia pun tak menemukan makanan khas ketika Lebaran.
"Saya tidak melihat gaya yang berbeda dari masakan, semua tempat (di sini) sama," kata Sam, sapaannya.
Menurutnya pengalaman pertama kali Lebaran tersebut membuatnya seperti orang aneh. Sebab, Sam melihat teman-temannya yang muslim menggunakan pakaian yang berbeda seperti hari biasa sedangkan dirinya memakai baju sehari-hari .
"Saya punya teman-teman dari banyak negara di mengenakan pakaian yang berbeda dan mengikuti tradisi yang berbeda, sementara saya hanya duduk dan menonton seperti orang idiot," ucapnya.
Sementara mualaf lain yakni Umi Irena mengungkap hal menarik lain mengenai pengalaman pertama kali Lebaran. Menurutnya, saking semangatnya dia bangun pagi untuk melaksanakan salat Ied di masjid daerah rumahnya. Padahal saat itu dia belum mengetahui letak masjid tersebut.
"Umi naik motor ke masjid sendiri. Dan umi tidak tahu masjid di mana, jadi umi tanya ke satpam, di mana masjid," ungkap mantan biarawati ini.
Meskipun tak dapat merayakan Lebaran bersama keluarga, akan tetapi keduanya bersyukur bisa merasakan Idul Fitri dengan harapan kembali ke fitrah.a
