
Ilustrasi Indonesia. ©2016 Lintastoday
Momen bulan suci Ramadan menjadi hal paling dinanti khususnya buat umat muslim di seluruh dunia. Banyak keberkahan bisa diraih di bulan suci ini. Bagi Indonesia, bulan Ramadan tahun ini justru diharapkan bisa membuat masyarakat semakin bersatu.Pesan persatuan itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ketika tengah menjalani ibadah salat tarawih perdana di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat kemarin malam. Pesan persatuan menjadi poin penting. Kondisi ini semakin diperlukan setelah adanya ancaman teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.

"Marilah sujud syukur, kita nantikan bulan Ramadan tentu kita merasa gembira bersama-sama. Marilah kita semua maju bersama dan kita bersatu, akhir-akhir ini banyak ujian dan kita atasi dengan berdoa dan beribadah," kata JK.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengimbau para umat Islam tetap menjaga kebersamaan, persaudaraan dan ketenangan selama bulan Ramadan. Ketua MUI Abdullah Jaidi mengatakan bahwa tujuan berpuasa agar umat Islam menjadi manusia beriman dan memperoleh derajat ketakwaan.
"Hendaknya ibadah Ramadan itu kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Tetap kita memperhatikan kebersamaan kita, persaudaraan kita, ukhuwah kita, ukhuwah wataniah kita. Menjaga ketenangan dan menjaga situasi yang baik. Karena itu (hakikat) jiwa orang-orang berpuasa," kata Jaidi di gedung Kementerian Agama, Jakarta, kemarin.
Menurut Jaidi, orang bertakwa tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan masyarakat lebih besar dengan mewujudkan nilai kebaikan. Hal ini juga menjadi tujuan seorang muslim dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Atas nama MUI sekali lagi kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga ibadah puasa di tahun ini lebih baik dan benar-benar dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah," ujarnya.
Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, juga berpesan mengenai persatuan. Terutama bagi warga ibu kota. Dia meminta masyarakat DKI Jakarta kembali memperbaiki dirinya.
"Janganlah kita bermewah-mewahan. Kalau mampu silakan, tapi kita seharusnya intropeksi diri," kata Djarot di Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jakarta.
Selain itu, Djarot juga mengajak seluruh warga menjaga kedamaian bulan suci Ramadan. Dia mengingatkan bahwa dalam bulan suci ini masyarakat berlomba-lomba mendapat rida dan keberkahan Allah SWT.
"Mari kita jaga Ramadan kali ini dengan kedamaian, kerukunan, dan memaksimalkan Ibadah untuk mencapai berkah," terangnya.
