
Ilustrasi. ©Lintastoday
Banyak cara orang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa. Ada yang jalan-jalan sore, keliling di pusat jualan takjil, atau justru mengunjungi pusat perbelanjaan modern sambil mencari barang yang diperlukan.Selain itu, warga Palembang juga bisa ngabuburit sambil berwisata religi di Alquran raksasa yang yang di Jalan Muhammad Amin, Gandus, Palembang. Kemegahan dan keindahannya membuat pengunjung tanpa sadar telah menghabiskan waktu cukup lama.
Dinamakan Alquran raksasa karena ukurannya tak seperti pada umumnya. Ayat per ayat diukir di atas kayu khas Sumsel, tembesu, dengan ukuran masing-masing lembar halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhan termasuk sampul mencapai 9 meter.
Alquran ini dipajang satu persatu di menara dengan ketinggian 15 meter dan lebar 8 meter. Ada lima lantai di menara tersebut dan disusun rapi 30 juz penuh, terdiri dari 630 lembaran yang menghabiskan 45 kubik kayu tembesu.
Dari penuturan juru kunci, Alquran raksasa ini juga dikenal juga dengan nama lain Alquran Al Akbar. Sebab, Alquran dengan ukuran besar dan dalam pahatan kayu itu baru pertama kali dibuat di dunia.
Pembuatannya tak kurang membutuhkan waktu sekitar delapan tahun, yakni sejak tahun 2002 hingga 2009 dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Pemahatnya 27 putra Sumsel dikomandoi Sofwatillah Mohzaib, yang kini duduk di DPR RI.
"Pembuatannya cukup lama karena banyak kendala, misal biaya dan proses pemahatan hingga pengecetan karena bahan utamanya adalah kayu," ungkap Asri, juru kunci Alquran raksasa kepada merdeka.com, Kamis (1/6).
Tak lama rampung dibuat, Alquran raksasa itu baru dikenalkan kepada publik dan menjadi wisata religi baru dan ditempatkan di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Pada 2010 lalu, Alquran raksasa ini masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Alquran terbesar dan terberat di dunia.
"Sampai sekarang sudah banyak pelancong dari luar negeri yang datang ke sini, mereka takjub dengan karya putra Sumsel," kata dia.
Pada setiap Ramadan, wisata Alquran raksasa menjadi kunjungan utama wisatawan, apalagi menjelang berbuka puasa. Selama bulan suci ini, tempat itu juga dipenuhi dengan ratusan anak-anak dari panti asuhan dan santri pondok pesantren datang untuk mengkhatamkan Alquran.
"Alhamdulillah setiap bulan Ramadan ramai dikunjungi orang, ada yang cuma lihat-lihat, ngabuburit, ngaji, atau sengaja berbuka puasa di sini. Ini menambah suasana unik dan menarik di tempat kami," pungkasnya.
